Kategori: Opini

  • Aktivisme Perempuan: Dari Isu Keadilan ke Solidaritas Global

    Perempuan di seluruh dunia tengah menulis babak baru sejarah perjuangan kemanusiaan. Dari jalanan Teheran hingga ruang digital Jakarta, dari demonstrasi menentang kekerasan seksual hingga kampanye lingkungan hidup, suara perempuan semakin menggema. Namun, aktivisme perempuan hari ini tidak lagi terbatas pada isu-isu domestik atau nasional; ia telah berevolusi menjadi gerakan global yang menuntut keadilan lintas batas,…

  • Menangkal Intoleransi, Meneguhkan Kebebasan Beragama

    Kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang paling mendasar. Ia melekat dalam martabat setiap individu tanpa memandang latar belakang suku, ras, status sosial, atau afiliasi politik. Dalam konteks negara demokratis seperti Indonesia, kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi, tepatnya dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 UUD 1945. Namun, realitas sosial tidak selalu…

  • Mendidik untuk Membebaskan: Peran Aktivis Perempuan dalam Pemulihan Korban Kekerasan Seksual dan Anak Perempuan

    Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menyaksikan peningkatan laporan kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak perempuan. Di balik angka-angka statistik yang dingin, ada wajah-wajah yang kehilangan rasa aman, masa depan, dan kadang, kepercayaan pada manusia itu sendiri. Namun, di tengah gelapnya realitas itu, tumbuh pula cahaya dari para aktivis perempuan yang dengan tekun mendidik, mendampingi, dan…

  • Mendidik untuk Membebaskan: Peran Aktivis Perempuan dalam Transformasi Sosial

    Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat Indonesia dihadapkan pada tantangan baru dalam membangun kesetaraan dan keadilan sosial. Isu-isu ketimpangan gender, kekerasan terhadap perempuan, eksploitasi tenaga kerja perempuan, hingga marginalisasi suara perempuan di ruang publik masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa ini. Namun di balik kenyataan pahit itu, tumbuh pula gelombang baru…

  • Mempertegas Diksi Perempuan untuk Menjelaskan Ketimpangan Gender itu Nyata*

    Mengapa setiap gerakan atau aktivitas yang perempuan lakukan selalu mempertegas diksi perempuan? Misalnya saja pemberdayaan perempuan, gerakan perempuan dan lain sebagainya. Tetapi tidak ada pemberdayaan laki-laki atau pun perlindungan laki-laki. Mengapa perempuan ingin dikhususkan dan terpisah dengan laki-laki. Ya benar sekali, perempuan memiliki pengalaman kekhasan perempuan baik secara biologis maupun sosial yang itu tidak laki-laki alami.…