Kategori: Opini

  • Agama dan Gender: Antara Ajaran Suci dan Realitas Sosial

    Agama digunakan sebagai dasar untuk menata struktur sosial, termasuk pembagian peran berdasarkan gender. Dalam konteks tradisional, banyak ajaran agama yang menetapkan peran laki- laki sebagai pemimpin atau kepala keluarga, dan perempuan sebagai pengurus rumah tangga. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, muncul tantangan terhadap tafsir-tafsir keagamaan yang dianggap tidak lagi relevan atau bahkan merugikan kelompok tertentu,…

  • Rajin Menulis

    “Sejumlah ulama menasihatiku, ‘Jangan pernah berhenti menulis, walaupun hanya dua baris sehari.’ Aku pun mematuhinya, dan kini aku memetik hasilnya.”– Imam asy-Syaukani, penulis tafsir fenomenal Fathul Qadir Kutipan di atas menyiratkan ajakan untuk terus menulis secara konsisten. Aktivitas menulis dimulai dari merangkai huruf menjadi kata, lalu membentuk kalimat hingga menjadi paragraf atau esai utuh. Gagasan…

  • Kerjasama, Solidaritas, dan Relasi Sosial dalam Tanda Tanya (?)

    Umat manusia, sejak hadir di muka bumi, tidak pernah lepas dari peran orang lain baik saudara, tetangga, maupun teman kerja. Ini menunjukkan bahwa bahkan kelahiran manusia pun merupakan buah dari kerja sama dengan tim medis serta solidaritas kemanusiaan yang ada dalam diri setiap dokter, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya. Tanpa disadari, perlahan-lahan kita kerap mengabaikan…

  • Trauma yang Tak Terlihat: Pentingnya Dukungan Keluarga dalam Pemulihan Korban Kekerasan Seksual

    Di balik wajah tenang seorang penyintas kekerasan seksual, sering kali tersimpan luka yang tak tampak oleh mata. Luka itu bukan sekadar fisik, tetapi juga psikis luka yang membekas dalam ingatan, menekan perasaan, dan menghantui kehidupan sehari-hari. Banyak korban yang mampu tersenyum di depan orang lain, namun di dalam dirinya tersimpan rasa takut, cemas, dan kehilangan…

  • Isu, Wacana, dan Realitas Sosial

    Setiap hari kita menyaksikan dan mendengar berbagai persoalan di sekitar kita: kemiskinan yang diwariskan, diskriminasi yang dilembagakan, kekerasan yang dinormalisasi, serta kepedulian yang perlahan terkikis. Semua itu bukanlah sekadar berita yang lewat di media atau topik diskusi di ruang akademik. Ia adalah potret luka sosial yang nyata: isu sosial yang terus bertumbuh, wacana sosial yang…